Rate This


Andi Soraya adalah sebuah anomali: ia pernah begitu ‘perkasa’ sebagai
kader perjuangan (baca: mujahidah) yang bercita-cita mentegakkan
syariat Islam, tapi kini disebut-sebut sebagai salah satu artis panas,
yang memerankan berbagai adegan ‘panas’ dalam beberapa film yang ia
bintangi. Setelah film komedi
Anda Puas Saya Loyo,
kini nama Andi Soraya atau akrab disapa Aya dikaitkan dengan sebuah
adegan panas terbarunya dalam sebuah thriller film berjudul
"Hantu Puncak Datang Bulan". Atas portofolionya di layar lebar itu, bahkan, sebuah ormas menjuluki ia sebagai "Miyabi dari Indonesia".
Di era pertengahan 1990-an hingga awal tahun 2001, ia adalah
salah seorang perempuan tangguh di komunitas Negara Islam Indonesia
faksi Zaytun. Aya, yang ketika itu bersuamikan seorang masúl (aparat)
NII-Zaytun tingkat onder district/kecamatan/Ibrahim, dikenal sebagai
seorang kader jaringan sel Cilandak-Jakarta Selatan. Di masa itu, nama
Aya disebut-sebut sebagai kader yang mampu menjadi jembatan bagi
perekrutan beberapa artis terkenal menjadi kader NII-Zaytun, seperti
Dewi Sandra, Surya Saputra, Indra Brasco, Mona Ratuliu, Tia Ivanka,
Ersa Mayori, Vivit Kavi, dan lain-lain.
Aya, yang ketika itu lebih dikenal sebagai model beberapa iklan
komersial punya pergaulan luas di kalangan artis. Status ia sebagai
istri (
qarinah) seorang aparat di gerakan itu kemudian menjadi
strategis dalam upaya merekrut kalangan artis dan model, yang tentu
saja juga potensial dari sisi kemampuan finansial. Kata seorang teman,
yang secara langsung pernah menjadi pembina Aya, perempuan ayu
berdarah Libanon ini merupakan jamaah perempuan pertama di Distrik
Cilandak yang berasal dari kalangan model dan artis. "Aya adalah anak
binaan kami, yang menjadi pintu masuk bagi perekrutan artis-artis
lain," kata BM, yang kini juga sudah tidak lagi bergabung dengan
jaringan NII-Zaytun.
Memang, tak ada kaitan langsung antara karir Aya sebagai bintang
film yang cukup berani melakukan adegan berkonotasi ponografi dengan
kisah keterlibatannya di jaringan NII-Zaytun. Sejak bercerai dengan
mantan suaminya, yang kader NII itu, Aya terkesan kejar target. Kisah
"kumpul kebo"-nya dengan Steve Emmanuel merupakan titik balik citra
dirinya yang sama sekali kontras dengan portofolionya di NII. Tak ada
yang tahu pasti kenapa Aya kemudian memilih jalan hidup yang sangat
bertolak belakang dengan masa lalunya dua puluh tahun silam itu. Hanya
ia dan DIA yang tahu.(
kalipaksi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar